▴Jasa Pembuatan Website murah▴
Breaking News
- Spiderwoman dari Grobogan Raih Medali Emas Asian Games 2018
- Solidaritas Tanpa Batas untuk Rohingya
- Usai Juara di Jepang, Ini Target Kevin/Marcus Selanjutnya
- Dijual Mahal, Samsung Galaxy Note 8 Lebih Laku dari Galaxy S8
- Paket Wisata ke Seoul Rp 5,2 Juta Siap Memanjakan Liburan Anda
- Dukungan Orangtua Bagi Karier Jessica Mila
- 3 Cewek K-Pop Paling Hot Jalan Bersama
- Ahli Kejiwaan Sebut Marshanda Keterlaluan
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh
- ROBOT Kecil Cikal Bakal Transformer
Nyanyikan Anti Putin, Personel Pussy Riot Dibui
Berita Terkait
Berita Populer
- Microsoft Update Windows 8.2 Agustus?
- Roy Suryo Menpora, SBY Dipertanyakan
- Israel, Tumor yang Harus Dihancurkan dari Muka Bumi
- Bos Amazon Temukan Mesin Apollo 11
- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Memalukan! Bu Guru di AS Bercinta dengan 4 Muridnya
- Moskow Larang Parade Gay Selama 100 Tahun
- Hukuman Ganda Korea Diperingan, Greysia/Meiliana Tunggu Nasib
- "Banjir Jakarta" Paling Dicari di Google

Keterangan Gambar : Pussy Riot.
Rusia - Pengadilan Rusia memvonis penjara dua tahun personel band Pussy Riot karena menyanyikan lagu anti Presiden Vladimir Putin.
Pengadilan menetapkan tiga anggota band itu bersalah melakukan 'hooliganisme' dengan motivasi agama.
Hakim Marina Syrova mengatakan para anggota band "secara berhati-hati merencanakan" nyanyian mereka tanggal 21 Februari lalu di dalam katedral di Moskow. "Tolokonnikova, Alyokhina dan Samutsevich melakukan "hooliganisme" -- dengan kata lain pelanggaran berat ketertiban umum," kata Syrova.
"Pengadilan menyatakan mereka bersalah. Pengadilan meraih putusan berdasarkan kesaksian terdakwa sendiri dan bukti lain," tambahnya.
Jaksa menuntut hukuman tiga tahun penjara atas tiga anggota band itu.
Para pendukung band itu melakukan protes di sejumlah tempat di Moskow. Keamanan ketat pun diterapkan dan sejumlah jalan ditutup.
Pussy Riot mengecam kasus tersebut yang mereka katakan diorganisir Putin.
Buat Marah Gereja
Sejumah selebriti termasuk bintang pop Amerika, Madonna, menyerukan agar mereka dibebaskan.
Ketiga anggota band itu mengatakan "doa punk" mereka adalah tindak politik untuk memprotes gereja ortodoks Rusia yang mendukung Presiden Putin.
Dalam penampilan seronok mereka di dekat altar mereka meminta Bunda Maria untuk "menggeser Putin".
Nyanyian mereka membuat marah gereja Ortodoks dan ketua gereka Kirill menyebutkan penampilan itu sama saja dengan penghujatan agama. Namun sejumlah warga Rusia menganggap kasus itu sebagai upaya pemerintah membungkam kritikan.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments









