▴Jasa Pembuatan Website murah▴ - Spiderwoman dari Grobogan Raih Medali Emas Asian Games 2018
- Solidaritas Tanpa Batas untuk Rohingya
- Usai Juara di Jepang, Ini Target Kevin/Marcus Selanjutnya
- Dijual Mahal, Samsung Galaxy Note 8 Lebih Laku dari Galaxy S8
- Paket Wisata ke Seoul Rp 5,2 Juta Siap Memanjakan Liburan Anda
- Dukungan Orangtua Bagi Karier Jessica Mila
- 3 Cewek K-Pop Paling Hot Jalan Bersama
- Ahli Kejiwaan Sebut Marshanda Keterlaluan
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh
- ROBOT Kecil Cikal Bakal Transformer
Hary Tanoe Mundur dari Partai Nasdem
Berita Terkait
Berita Populer
- Microsoft Update Windows 8.2 Agustus?
- Roy Suryo Menpora, SBY Dipertanyakan
- Israel, Tumor yang Harus Dihancurkan dari Muka Bumi
- Bos Amazon Temukan Mesin Apollo 11
- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Memalukan! Bu Guru di AS Bercinta dengan 4 Muridnya
- Moskow Larang Parade Gay Selama 100 Tahun
- Hukuman Ganda Korea Diperingan, Greysia/Meiliana Tunggu Nasib
- "Banjir Jakarta" Paling Dicari di Google

Keterangan Gambar : Hary Tanoe saat memberikan keterangan pers
Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Hary Tanoesoedibjo menyatakan mundur dari keanggotaan Partai Nasdem. Hal itu disampaikannya secara resmi dalam jumpa pers, Senin (21/1/2013), di Jakarta.
"Saya menyatakan mundur dalam kapasitas saya sebagai Ketua Dewan Pakar. Mulai hari ini, saya bukan lagi anggota dari Partai Nasdem. Keputusan ini saya lakukan dengan berat hati," kata Hary.
Ia menyatakan, sejak bergabung dengan Partai Nasdem pada 9 Oktober 2011, Hary merasa telah melakukan upaya terbaik, baik energi, pikiran, dana, maupun risiko, untuk berpartisipasi membesarkan Partai Nasdem. "Target utamanya lolos verifikasi dan lolos sebagai partai peserta pemilu. Saya merupakan bagian yang ikut meloloskan Nasdem," kata bos MNC Grup ini.
"Keputusan saya ini tidak mengenakkan, tapi pada satu titik saya harus memutuskan ini. Aktivitas politik harus tetap dijalankan. Destiny keterlibatan saya di politik adalah menjadi bagian dari perubahan untuk bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Saya ingin ikut andil secara nyata, langsung. Karena bagaimanapun politik menjadi satu bagian ideologi dan bagian dari masa depan kita," papar Hary.
Perpecahan di tubuh Nasdem mulai merebak ketika beredar kabar adanya faksi di dalam partai itu. Dikabarkan, Surya Paloh yang akan menjadi ketua umum partai itu berseberangan dengan faksi Hary Tanoe. Beberapa waktu lalu, kelompok Surya Paloh memecat Sekjen Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND), Saiful Haq.
Tentang alasannya mundur, Hary mengatakan karena ada perbedaan pendapat dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Nasdem Surya Paloh (sumber: kompas.com)









