▴Jasa Pembuatan Website murah▴ - Spiderwoman dari Grobogan Raih Medali Emas Asian Games 2018
- Solidaritas Tanpa Batas untuk Rohingya
- Usai Juara di Jepang, Ini Target Kevin/Marcus Selanjutnya
- Dijual Mahal, Samsung Galaxy Note 8 Lebih Laku dari Galaxy S8
- Paket Wisata ke Seoul Rp 5,2 Juta Siap Memanjakan Liburan Anda
- Dukungan Orangtua Bagi Karier Jessica Mila
- 3 Cewek K-Pop Paling Hot Jalan Bersama
- Ahli Kejiwaan Sebut Marshanda Keterlaluan
- 5 Buah Penangkal Racun dalam Tubuh
- ROBOT Kecil Cikal Bakal Transformer
Inggris Bela Serangan Roket Hamas
Berita Terkait
- Unjuk Rasa Anti-Yahudi Dikecam Eropa0
- Usai Bertempur, Tentara Israel Hilang di Gaza0
- Microsoft Update Windows 8.2 Agustus?1
- Fatima Nabil, Presenter TV Berjilbab Pertama di Mesir0
- Israel, Tumor yang Harus Dihancurkan dari Muka Bumi1
- Foto Bugil Pangeran Harry Beredar0
- Bos Amazon Temukan Mesin Apollo 110
- Moskow Larang Parade Gay Selama 100 Tahun0
- Memalukan! Bu Guru di AS Bercinta dengan 4 Muridnya 0
- Usai China, Indonesia Tuan Rumah Miss World 20130
Berita Populer
- Microsoft Update Windows 8.2 Agustus?
- Roy Suryo Menpora, SBY Dipertanyakan
- Israel, Tumor yang Harus Dihancurkan dari Muka Bumi
- Bos Amazon Temukan Mesin Apollo 11
- Tuntut THR, Ratusan Pekerja Transjakarta Mogok
- Jokowi janji mati-matian bela Palestina
- Memalukan! Bu Guru di AS Bercinta dengan 4 Muridnya
- Moskow Larang Parade Gay Selama 100 Tahun
- Hukuman Ganda Korea Diperingan, Greysia/Meiliana Tunggu Nasib
- "Banjir Jakarta" Paling Dicari di Google

LONDON - Seorang anggota Parlemen Inggris membela serangan roket yang dilesakkan oleh Hamas ke arah Israel. Namun pembelaannya itu diganjar dengan sanksi indisipliner terhadapnya.
Anggota Parlemen Inggris dari Partai Liberal Demokrat, David Ward, lewat akun Twitter miliknya menulis pernyataan yang membela serangan roket dari Hamas.
"The big question is - if I lived in #Gaza would I fire a rocket? - probably yes. 'Pertanyaan besar saat ini, apabila saya tinggal di #Gaza apakah saya akan menembakkan roket? mungkin saja iya'," tulis Ward dalam akun pribadinya, seperti dikutip The Guardian, Rabu (23/7/2014).
Pihak Partai Liberal Demokrat pun langsung melontarkan kecaman atas tulisan dari Ward. Juru bicara partai mengatakan bahwa pihak partainya akan menerapkan sanksi terhadap Ward.
Sementara pihak Partai Konservatif yang menguasai koalisi pemerintahan bersama Liberal Demokrat menyatakan Ward harus menarik komentarnya.
"Tidak seharusnya seorang anggota parlemen menulis tindakan yang memicu kekerasan. Tindakannya tidak bertanggung jawab," ucap pihak Konservatif.
Ini bukan pertama kalinya Ward mengecam tindakan Israel. Pada Juli 2013 lalu, Ward menyebut pihak Zionis diambang kekalahan dalam perang. Dirinya pun mempertanyakan sampai kapan negara apartheid seperti Israel bisa bertahan.









